Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Enam Lokasi, Bupati Dairi Imbau Warga Waspada

DAIRI//Metropos24.id – Hujan berintensitas tinggi memicu bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Dairi, mulai dari banjir, tanah longsor, kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur jalan, hingga pohon tumbang yang mengganggu akses transportasi masyarakat.
Berdasarkan laporan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus, ST., MT., terdapat enam lokasi terdampak, yakni Dusun 5 Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga, jalan penghubung Desa Pasir Mbelang–Pasir Tengah dan Simpang Renun–Lau Njuhar 1 di Kecamatan Tanah Pinem, Dusun Huta Passur, Desa Janji, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Jalan Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan, serta jalan menuju TWA Sicike-cike di Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan.
Salah satu kejadian terparah dilaporkan terjadi di Dusun 5 Sukumblin, Desa Lae Ambat, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Banjir dan longsor mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, terutama tanaman jagung dan komoditas lainnya, dengan luas diperkirakan mencapai lima hektare.
Selain itu, delapan titik jalan usaha tani mengalami kerusakan akibat longsor dan satu unit jembatan dilaporkan hanyut terbawa arus. Berdasarkan informasi sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, Satgas BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan peninjauan lapangan, pendataan kerusakan, serta pengumpulan informasi untuk menentukan kebutuhan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah desa dan kecamatan di wilayah terdampak.
Pada Minggu (25/10/2026), tim BPBD Kabupaten Dairi kembali melakukan peninjauan dan inventarisasi dampak banjir serta longsor di Desa Lae Ambat guna memastikan kondisi terkini, mengidentifikasi tingkat kerusakan, dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Mengetahui informasi ini, Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Kalaksa BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana akibat hujan berintensitas tinggi, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, serta wilayah yang memiliki akses jalan dengan kondisi tanah labil.
Bupati juga mengingatkan seluruh dinas dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar peka dan responsif terhadap perkembangan situasi, serta proaktif menyampaikan informasi peringatan dini kepada masyarakat.
Informasi yang cepat, tepat, dan mudah dipahami merupakan bagian penting dari mitigasi bencana sejak dini dengan tetap meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
(Np)
Skip to content






