Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Buntut Postingan di Medsos, Kasi Datun Kejari Asahan Diduga Ancam Bunuh Wartawan Hingga Pukul Meja, Gbraakk..!

Buntut Postingan di Medsos, Kasi Datun Kejari Asahan Diduga Ancam Bunuh Wartawan Hingga Pukul Meja, Gbraakk..!
Keterangan foto : Postingan Dian Revolver di akun Facebook.
Share

Asahan,metropos24.id

Diduga buntut postingan dari seseorang yang diunggah diakun facebook diduga milik Dian Revolver dengan status “Elok_elok adek jadi Markus sama ene itu io dek, jadi caleg adek tak laku..#save trenggiling CC : Zulham Nih”, viral di media sosial.

Akibat postingan ini, netizen pun ramai mengomentarinya dan membuat Kasi Datun Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Ahbym Faizan, SH, menjadi tak karuan. Entah apa dalam pikirannya emosinya pun memuncak seketika dan mengancam bunuh wartawan hingga memukul meja.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis siang (31/7/2025) sekira pukul 15:07 Wib, Kasi Datun menelpon lewat WhatsApp wartawan Zulham Nainggolan. Namun karena saat itu wartawan ini sedang iring-iringan mengendarai sepeda motor dengan wartawan Diki Syahtria ke arah Jalan Pergam sehingga panggilan ini tak terjawab.

Tak lama, pada pukul 15:09 Wib, seorang wartawan bernama Hendri Arbain menelpon Zulham Nainggolan melalui WhatsApp. Mendengar panggilan itu dengan nada dering itu, wartawan ini sempat berhenti ke arah pinggir jalan dibarengi Diky Syahtria kemudian mengangkat telepon dari Hendry.

Dalam percakapan itu, Hendri menanyakan abang dimana, di Jalan Pergam jawabku. Tadi Kasi Datun telpon aku dan dia minta jumpa sama bang di depan Coffe Restorative Justice (RJ) depan Kantor Kejari Asahan. Oh ya uda ini aku otw ke kantin RJ sama Diky jawabku begitu.

Sebelum ke Coffe RJ, aku sempat melihat ada panggilan WhatsApp tak terjawab secara bersamaan dari Kasi Datun dan Dian sekira pukul 15:07 Wib. Karena kami memang berteman sebagai mitra kerja, lantas aku pun kembali menelepon Kasi Datun sekira pukul 15:13 Wib.

Saat kutelpon, Kasi Datun mengangkatnya sambari mengatakan kemari la wo ke Coffe Restorative Justice depan Kantor Kejaksaan.
Kemari ya wo ku tunggu, ok ok Pak Kasi Datun aku kesana jawabku lagi. Sementara panggilan tak terjawab dari Dian ku abaikan.

Gak lama, pada pukul 15:15 Wib, wartawan Frengky Simarmata menelpon dan menanya keberadaan ku dimana Lae. Lantas ku jawab kemari la Lae mau ke Coffe RJ dipanggil Kasi Datun. Iya iya aku kesana jawab Lae Frengky Simarmata.

Dalam perjalanan menuju Coffe RJ yang tak jauh dari Jalan Pergam, aku dan Diky sempat berhenti di depan pagar luar Kantor Bapenda Asahan sambil menunggu Hendri Arbain. Karena Hendri belum datang, aku dan Diky langsung bergegas ke Coffe RJ.

Saat tiba di Coffe RJ ini, kami berdua memarkirkan sepeda motor yang tak jauh dimana Kasi Datun sedang duduk berkumpul bersama tiga (tiga) orang. Kami lihat, diatas meja sudah ada minum yang mereka pesan sebelumnya. Kemudian, kami berdua menghampiri meja Kasi Datun.

Saat itu aku duduk didepan Kasi Datun, sementara Diky Syahtria persis di belakangku dan posisinya semua satu meja saling berdekatan dan tidak ada menceritakan masalah apapun dan semua dalam keadaan santai. Hanya saja wajah Kasi Datun agak sedikit kusam kulihat. Dalam benakku mungkin karena urusan kerja.

Begitu Kasi Datun ku salam, emosi nya pun memuncak langsung marah-marah, memaki-maki dan berkata kotor yang tak pantas diucapkan. Sudah hebat ko ya, sudah hebat ko ya sambil mengepalkan genggaman tangan kanannya dalam posisi berdiri dengan spontan diapun memukul meja dengan sekuatnya, brakkkk.

Melihat gebrakan meja itu, lantas aku pun terkejut, jari-jariku gemetaran kencang dan jantungku tak karuan. Kemudian, Kasi Datun memperlihatkan chattingan WhatsApp dari Kasi Intel yang dia terima yang bertuliskan jumpai Zulham disertai postingan yang dikirim orang lain kepadanya kemudian di share nya ke Kasi Intel. Aneh memang Kasi Datun yang satu ini.

Bahkan, dihadapan ku, Diky bersama 3 orang yang ada dimeja itu, Kasi Datun mengancam bunuh dengan cara laka lantas dengan meminjam tangan anak-anak hilang yang pernah dipelihara nya sejak dia pernah menjabat sebagai Kasi Intel di Tanjung Balai. Saat itu, situasi semakin memanas dan akupun santai menghadapinya meskipun jantung ku dag dig dug.

“Tinggal petik nya aku ini wo, ku panggil aja anak-anak hilang itu ku habisi nanti wo, jadi tanganku enggak kotor. Jadi, jangan-main-main sama ku ya. Bilang sama kawan uwo itu ya, aku pun orang gila ini. Ku bilang sama wo jauhi kawan wo itu karena dia target ku. Kuhabasi itu nanti dan kutempel dengkul nya,” ancam Kasi Datun.

Beberapa menit kemudian, Hendry Arbain datang dan tak lama Frengky Simarmata pun tiba dan bergabung duduk disamping meja. Kami berempat memang sempat mesan minum di Coffe Restorative Justice itu, namun perseteruan masih tetap berlanjut dan kedua wartawan ternama ini sontak terkejut melihat gelagat Kasi Datun yang sedang emosi.

Meskipun Hendri Arbain dan Frengky Simarmata baru datang, lagi-lagi ancam bunuh ini berulang-ulang kali diucapkan Kasi Datun didengarkan dan disaksikan Frengky Simarmata, Hendri Arbain, Zulham Nainggolan, Diki Syahtria serta 3 orang yang duduk dimeja itu termasuk Kasi Datun.

Zulham Nainggolan menjelaskan, posisi Kasi Datun didepannya, sementara disebelah kanan stafnya, disebelah kiri seorang aktivis bernama Rudi dan didepan Rudi seorang Anggota TNI bernama Pak Mariono. Antara aku sama Anggota TNI itu pas bersebelahan.

Kami berenam ini satu meja. Sedangkan Hendri Arbain dan Frengky Simarmata bersebelahan meja. Perdebatan ini redah setelah ku jelaskan bahwa aku tidak ada kaitannya dengan postingan itu dan perlahan-lahan Kasi Datun agak sedikit mereda.

“Pak Kasi Datun, jujur aku tidak mengetahui apa sebenarnya permasalahan dan kenapa Kasi Datun mukul meja, marah-marah dan ancam bunuh aku. Apa salah ku sama Pak Kasi Datun. Gak terima aku diginikan sok aku. Kok mati tadi aku kena serangan jantung, ke penjara lah Pak Kasi Datun,” jawabku begitu

Lagi pula, permasalahan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan aku jadi kok aku sasaran emosi Pak Kasi Datun. Sampe aku bersumpah menyebut nama Allah SWT bahwa memang aku tidak ada masalah dan tidak tau persoalan apa sebenarnya yang terjadi ku sampaikan begitu.

“Begitu ku jelaskan, Kasi Datun sedikit reda. Kemudian, Diky Syahtria kembali meluruskan ke Kasi Datun bahwa bang Zulham ini gak tau persoalan dan gak ada masalah apapun terkait soal postingan itu. Kan tadi sudah di klarifikasi bang Zulham barulah Kasi Datun mereda sembari menyuruh Rudi aktivis membeli rokok Samsu dan Sempurna.

Setelah situasi kembali normal sekira pukul 16:30 Wib, Kasi Datun membayar bon minuman kemudian meninggalkan Coffe Restorative Justice bersama staf dan aktivis Rudi masuk ke dalam Kantor Kejaksaan seraya berkata kalau hari Jumat (1/8/2025) besok, tuan Syekh Babusalam datang ke Kejari Asahan. Sementara, Anggota TNI yang kukenal sejak lama itu tetap duduk bersamaku.

Tak berapa lama, tiba-tiba Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Asahan datang ke Coffe RJ yang sebelumnya dia sedang dari dalam Kantor Kejaksaan. Disini, Kasi Intel Kejari Asahan, Heriyanto Manurung, SH, menjelaskan bahwa semuanya ini hanya kesalahpahaman dan mis komunikasi aja.

Dan aku sempat mengucapkan kalau Pak Kasi Intel melaga aku sama Kasi Datun. Sementara aku tidak ada masalah kepada siapapun. Lantas, Kasi Intel menjawab siapa yang melaga, trus ku jawab itu ada balasan chatingan WhatsApp Pak Kasi Intel ke Kasi Datun suruh jumpa Zulham. Nah, inilah membuat jadi masalah, kata Kasi Intel.

“Ya melalui WhatsApp tadi memang saya menyarankan ke Pak Abim jumpai Zulham. Saya juga gak tau apa masalah nya. Maksud saya, memang tadi bang Abim ada minta nomor bang Dian tapi sama saya gak ada makanya saya sarankan ke bang Abim jumpa Zulham, cuma bilang begitu jadi kok saya disalahkan,” cetus Kasi Intel.

Faktanya, aku gak tau masalah kanapa aku yang jadi sasaran emosi Kasi Datun dan di maki-maki nya. Dia marah-marah sama ku sambil pukul meja dan mengancam bunuh wartawan. Aduh saya gak taulah itu karena saya juga dimaki-maki nya tadi didalam dengan bahasa kotor. Entah apapun masalahnya saya gak tau, pusinglah Lae, jawab Kasi Intel.

Setelah dijelaskan Kasi Intel, kami berempat meninggalkan Coffe Restorative Justice sekira pukul 17:20 Wib. Hingga berita ini ditulis pada Minggu (3/8/2025), Kasi Datun Kejari Asahan masih belum punya niat mengucapkan permohonan maafnya terhadap wartawan ini dan sejumlah wartawan lainnya yang menyaksikan peristiwa pengancaman itu.

Bahkan, Kasi Datun Kejari Asahan ini sempat buka-bukaan terkait kasus suap dugaan korupsi maupun gratifikasi yang dilaporkan Kejari Asahan di 3 (tiga) instansi sudah diamankan. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari Kasi Datun yang didengarkan sejumlah wartawan yang hadir pada Jum’at kemarin di Coffe Restorative Justice.

Menanggapi postingan yang viral di media sosial itu, Zulham Nainggolan yang tergabung di Metropos24.id, Berantas86.com, NusaNewsTV com dan Sorot Kasus News mencoba mengkonfirmasi pemilik akun FB atas nama Dian Revolver lewat selulernya. Dian mengaku jika dia diancam dan dimaki-maki Kasi Datun, akunya.

“Ya, dia tadi (red-Kasi Datun) memang ada menelpon ke WhatsApp Suyono. Pas kebetulan memang kami berdua posisinya sedang berada di Padang. Lewat seluler Suyono ini lah aku dimaki-makinya,” ujar pemilik akun FB itu.(tim)

Redaksi MetroPos 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *