Setelah Selesai Ekshumasi, Ada Tanda Bercak Merah dan Keganjilan di Jasad Almarhum Pandu, Ahli Forensik : Gak Usah Dipungkiri Tantu Ada

Asahan,metropos24.id
Setelah selesai dilakukan Ekshumasi oleh tim forensik rumah sakit Bhayangkara TK II Medan terhadap jasad korban Pandu Brata Syahputra Siregar (18) yang diduga di aniaya oleh oknum polisi Polsek Simpang Empat hingga tewas setelah dan dirawat di RSUD HAMS Kisaran pada Senin (10/3/2025) kemarin.
Ekshumasi atau pembongkaran jenazah siswa sekolah menengah atas (SMA) Swasta Panti Budaya Kisaran yang dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara TK II Medan itu berlangsung setidaknya hampir empat jam lebih.
Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Ismurizal, SpF, mengaku menemukan beberapa keganjilan di jasad korban dengan adanya beberapa bercak merah. “Sudah kita otopsi, sudah kita ambil semua dan kita lihat. Nanti dia dirangkum semua ya,” ungkap Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, Minggu (16/3/2025) usai melakukan Ekshumasi di lokasi pemakaman.
Menurutnya, akan dilakukan lagi pemeriksaan lebih jauh untuk memastikan lebih lanjut hasil ekshumasi yang sudah dilakukannya bersama para tim yang tiba dilokasi. “Kan dia sudah dikubur, kita lihatlah nanti ya. Ada memang seperti warna kemerahan gitu. Tapi, belum bisa kita simpulkan karena harus ada pemeriksaan tambahan, lagi,” ujarnya.
Disinggung soal adanya tanda-tanda keganjilan pada tubuh korban, Ismurizal pun mengakui jika ditemukan ada beberapa keganjilan pada tubuh korban. “Adalah, kan gak usah kita pungkiri tentu ada. Dirinya mengaku, jika hasil pemeriksaan ini akan keluar dua pekan kedepan apabila tidak adanya pemeriksaan tambahan,” jelasnya kepada wartawan.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kabarnya, satu warga sipil Polsek Simpang Empat yang diduga sebagai pelaku ditahan di Mapolres Asahan.
“Dua oknum polisi yang piket pada saat itu diduga ikut terlibat sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan Polres Asahan. Rencananya, kita akan menggelar konferensi pers.” Kata Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi SIK saat diwawancarai sejumlah wartawan usai Ekshumasi.
Sementara, Sincai Nuarika Siregar beserta keluarga secara tegas membantah jika Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar ini bukanlah seorang pecandu narkoba atau pemakai narkoba.
“Almarhum adikku ini tidak mengkonsumsi narkoba seperti apa yang disampaikan klarifikasi dari Kasi Humas Polres Asahan beberapa hari yang lalu. Adikku ini seorang atlit dan pintar memasak dan setelah tammat sekolah dia punya cita-cita masuk TNI,” bebernya dengan nada sedih.
Semoga oknum polisi dan siapa saja yang diduga ikut terlibat menganiaya adik saya segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya minta kasus ini dibentang secara terang-terangan dan jangan coba-coba ditutup-tutupi, pintanya.
Permintaan yang sama juga disampaikan abang kandung Almarhum Pandu. Dia meminta agar Kepolisian Resort Asahan bersikap adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan. “Siapa saja yang terlibat harus diusut tuntas dan dihukum. Dalam kasus kematian adik saya ini jangan ada yang coba neko-neko maupun ditutup-tutupi, harapnya.
Terpisah, Pengacara keluarga korban, Romanus Marbun, SH, didampingi Chrisye Bagus Yesaya Sitorus, SH dan Johannes Purba, SH, mengatakan bahwa pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2025, kami dari YLBH JANAPATI bersama dengan kawan-kawan GMKI Kabupaten Asahan dan Aktivis Pemuda Asahan telah mendampingi keluarga Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar untuk membuat laporan di Propam Polda Sumut terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polsek Simpang empat Polres Asahan terhadap Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” ujar Romanus Marbun.
Kemarin kata dia, laporan kita sudah diterima oleh BID PROPAM Polda Sumatera Utara dan penyidik BID PROPAM Polda Sumut telah mengambil keterangan beberapa saksi yang kita ajukan terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Polisi Polsek Simpang Empat yang saat itu sedang piket. Kita berharap kepada pihak Kepolisian agar mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Kita akan menyurati Kompolnas, LPSK dan Komisi III DPR-RI.
“Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Asahan untuk turut serta mengawal kasus ini. Kakak kandung korban juga menyampaikan permohonannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar kasus ini mendapat perhatian serius dan segera diungkap dengan seadil-adilnya dan sebenar-benarnya,” ucap Advokad berdarah batak ini.
GMKI Kabupaten Asahan yang di komandoi Chrisye Bagus Yesaya Sitorus, SH, dan Ketua GMNI Kabupaten Asahan, Josua Tamba, akan terus berkomitmen mengkawal kasus ini sampai keluarga korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, tukasnya.
Dua pentolan GMKI dan GMNI Kabupaten Asahan ini yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mengawal dan mengawasi kasus ini sampai terungkap dan tuntas hingga keluarga korban mendapatkan keadilan, terangnya.
Ekshumasi terhadap jenazah Pandu Brata Syahputra Siregar dihadiri Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi SIK, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ghulam Yanuar Lufti, jajaran personil Polres Asahan, jajaran personil Polda Sumatera Utara, Kuasa hukum keluarga korban, keluarga korban, Kepala Desa Sordang Baru, Kepala Dusun I, Ormas Persatuan Batak Bersatu Kabupaten Simalungun, Ketua adan Pengurus DPC GMKI Kabupaten Asahan, Ketua dan Pengurus DPC GMNI Kabupaten Asahan, tokoh masyarakat dan disaksikan ratusan masyarakat setempat. Mudahan-mudahan kasus ini terungkap.(ZN)
Skip to content






