Bupati Dairi Temui Kepala BGN Pasca-Insiden Gangguan Pencernaan Siswa SMK HKBP Sidikalang

JAKARTA//Metropos24.id
Menindaklanjuti insiden gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Bupati Dairi Vickner Sinaga bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja resmi ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Selasa malam (10/2/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan sistem pengawasan keamanan pangan, evaluasi menyeluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta percepatan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Dairi.
Laporan Kronologis dan Langkah Darurat.
Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan laporan kronologis kejadian sekaligus langkah-langkah darurat yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Satgas Percepatan MBG Kabupaten Dairi. Evaluasi komprehensif telah dilakukan terhadap penyedia layanan SPPG, termasuk sistem pengolahan dan distribusi makanan.
Terkait penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan, Bupati melaporkan bahwa sebanyak 79 siswa penerima manfaat sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Pemerintah daerah memastikan seluruh siswa mendapat penanganan medis optimal dan dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Pada saat bersamaan, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN telah menerbitkan surat Nomor 382/D.TWS/02/2026 tertanggal 10 Februari 2026 tentang penghentian sementara operasional SPPG Sidikalang III hingga proses investigasi oleh Dinas Kesehatan dan BPOM selesai dilakukan.
Penguatan SOP dan Edukasi Higiene Sanitasi
Bupati Dairi menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, Kepala BGN menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat pada setiap unit SPPG.
“Berdasarkan hasil pertemuan saya dengan Bapak Kepala Badan Gizi Nasional, terdapat beberapa SOP yang harus dijalankan secara disiplin oleh setiap SPPG. Kami juga meminta pendampingan dari BGN untuk menyusun protokol yang lebih ketat dalam pengolahan makanan, termasuk edukasi higiene dan sanitasi. Ke depan, akan diluncurkan program edukasi bagi pelaku UMKM pangan dan masyarakat terkait keamanan konsumsi,” ujar Bupati melalui pesan singkatnya.
Kepala BGN, lanjut Bupati, menyambut baik langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Dairi dan menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan pilar utama dalam pemenuhan gizi masyarakat. BGN berkomitmen mengirimkan tim ahli guna membantu pemetaan risiko keamanan pangan di Dairi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Bapak Kepala BGN juga menyampaikan bahwa meskipun bahan makanan telah memenuhi standar, masih terdapat potensi risiko dalam proses pengolahan hingga distribusi. Karena itu, durasi waktu dari proses memasak sampai pendistribusian ke sekolah harus diperhatikan untuk menjaga kesegaran dan keamanan makanan,” jelas Bupati.
Saat ini, sampel makanan masih dalam proses uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan kontaminasi.
“Kami tidak ingin kejadian ini menghambat semangat perbaikan gizi di daerah. Justru ini menjadi momentum untuk memperketat pengawasan dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Progres Pembangunan SPPG di Dairi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melaporkan progres pembangunan SPPG di Kabupaten Dairi. Dari total 39 SPPG yang diamanahkan, sebanyak 24 unit telah beroperasi, 7 unit dalam tahap persiapan peluncuran, dan 8 unit lainnya ditargetkan beroperasi pada akhir Maret 2026.
Bupati Vickner Sinaga menyampaikan apresiasi atas respon cepat BGN Pusat, Koordinator Wilayah Sumatera Utara, serta perwakilan BGN di daerah dalam mendukung penguatan sistem keamanan pangan dan keberlanjutan program MBG di Dairi.(Np)
Skip to content







