Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Diduga Dianiaya Oknum Polsek Simpang Empat Hingga Tewas, Polres Gelar Ekshumasi Jenazah Pandu dan Penasehat Hukum Minta Diusut Tuntas

Diduga Dianiaya Oknum Polsek Simpang Empat Hingga Tewas, Polres Gelar Ekshumasi Jenazah Pandu dan Penasehat Hukum Minta Diusut Tuntas
Diduga Dianiaya Oknum Polsek Simpang Empat Hingga Tewas, Polres Gelar Ekshumasi Jenazah Pandu dan Penasehat Hukum Minta Diusut Tuntas
Share

Asahan,metropos24.id

Polres Asahan menggelar Ekshumasi jenazah Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar (18) siswa kelas XII SMA Swasta Panti Budaya Kisaran, diduga dianiya oknum polisi hingga lambung Pandu Brata diduga bocor setelah ditendang oknum polisi pada saat membubarkan segerombolan pemuda yang saat itu dia bersama 9 orang temanya melihat balap lari di Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, tepatnya di samping jalan PT. Sintong mengarah Pardomuan pada Sabtu malam Minggu (9/3/2025) sekira pukul 12:00 Wib.

Awalnya, dia bersama 9 temannya hendak mengambil baju dan celana dirumah teman sekelasnya yang tinggal di Desa Sei Lama. Sebelum kerumah temannya itu, para siswa SMA Swasta Panti Budaya Kisaran ini sempat singgah di salah satu Cafe Simpang Empat dan disitu mereka memesan teh susu telur. Sehabis dari Cafe, remaja siswa ini pun melanjutkan perjalanannya kearah rumah temannya itu mengendarai sepeda motor dengan 4 kereta.

Saat diperjalanan, mereka melihat segerombolan pemuda di Desa itu. Merasa penasaran, para pemuda ini berhenti dan melihat aksi balap lari yang sedang berlangsung saat dilokasi itu. Mendapat informasi dari masyarakat adanya segerombolan pemuda, Polsek Simpang Empat yang saat itu piket datang kelokasi dan membubarkan aksi balap liar versi Polsek Simpang.

Kedatangan Polsek Simpang Empat membawa mobil patroli Polres Asahan ini rupanya membuat segerombolan pemuda itu kocar-kacir termasuk Pandu maupun 9 orang temanya. Akhirnya, dia dan teman-temannya berpencar. Pandu yang saat itu dibonceng temannya kambam lima dan dia duduk diurutan nomor empat. Kemudian, oknum polisi ini mengejar sepeda motor yang dia tumpangi bersama temannya. Jarak beberapa kilo meter kemudian, polisi diduga membuang tembakan peringatan ke atas sebanyak 3 kali.

Karena merasa ketakutan mendengar letusan senjata api, temannya yang diurutan ke lima lompat dari sepeda motor yang dikendarainya yang saat itu dikejar tiga oknum polisi dengan mengendarai 2 unit sepeda motor. Menurut keterangan temannya yang lompat ini bahwa dia sempat ditendang oknum polisi saat kejar-kejaran namun dia selamat melarikan diri ke sawitan. Melihat temannya lompat, jarak beberapa kilo meter kemudian, Pandu yang merupakan anak ke empat dari empat bersaudara inipun lompat dari kereta yang ditumpanginya.

“Saat aku lompat langsung dilanggar dan terjatuh kemudian ditendang bagian perutku sebanyak dua kali terus pandangan ku terasa gelap dan oyong. Dia sempat ingat dibawa ke Puskesmas oleh polisi karena pelipis dan kepalanya luka memar. Setelah diobati dia dibawa ke Polsek Simpang Empat. Di Polsek ini, korban dilakukan tes urine oleh polisi. Awal nya negatif trus dilakukan tes urine yang kedua positif dan dia Minggu itu nginap di Polsek,” ucap teman korban sempat telponan.

Pada Minggu pagi sekira pukul 10:00 Wib, korban Pandu Brata Syahputra Siregar dijemput oleh satu orang temannya dan Maruli Manurung mantan Anggota DPRD Asahan masing-masing mengendarai sepeda motor. Setelah dijemput dari Polsek Simpang Empat posisi korban keadaan lemas. Lantas, teman korban dan Maruli Manurung membawanya kerumah teman korban di Sei Lama. Nah, karena kondisi korban memprihatinkan, akhirnya dua orang temannya ini membawa Pandu bonceng tiga dan posisinya ditengah kemudian membawanya ke rumah kosannya Pandu di Jalan Perumahan Aulia Permai 2 Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Stiba di kosan, dia sempat menelpon mamak angkatnya dan menyuruh datang ke kosan karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit yang dialaminya. Mendengar keluhan Pandu, Senin pagi (10/3/2025), mamak angkat Pandu berangkat dari Dusun I, Desa Sordang Baru Parlakitangan, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun ini menuju Kisaran dan tiba di kosannya. Melihat Pandu merasa kesaksian dibagian perutnya, Sekira pukul 07:00 Wib, mamak angkanya membawanya ke RSUD HAMS Kisaran untuk diobati.

Dirumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Asahan ini, Pandu sempat dirawat dan dirontgen oleh dokter yang menanganinya. Mungkin karena ada yang informasi bahwa Pandu dibawa ke RSUD HAMS Kisaran, oknum Polsek Simpang Empat datang dan memberikan uang sebesar Rp.1 juta kepada mamak angkat Pandu untuk menebus resep obat. Sekira pukul 17:00 Wib, Pandu Brata Syahputra Siregar menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD HAMS Kisaran.

Mendapat informasi lagi bahwa Pandu meninggal dunia, oknum polisi inipun kaget kemudian mentransfer uang kepada bapak kos nya Pandu sebesar Rp.3 juta untuk biaya rumah sakit, mobil ambulance dan biaya pemakaman. Lantas uang ini diserahkan bapak kos nya ke mamak angkatnya. Pada Selasa (11/3/2025) kemarin, jenazah Pandu Brata Syahputra Siregar ini dikebumikan di kediamannya Dusun I, Desa Sordang Baru Parlakitangan. Proses Ekshumasi Jenazah Almarhum Pandu Brata Syahputra yang digelar Polres Asahan pada Minggu (16/3/2025) hingga selesai berjalan aman dan lancar dengan pengawalan personil Polres Asahan.

Ekshumasi terhadap jenazah Pandu Brata Syahputra Siregar dihadiri Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi SIK, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ghulam Yanuar Lufti, jajaran personil Polres Asahan, jajaran personil Polda Sumatera Utara, Kuasa hukum keluarga korban, keluarga korban, Kepala Desa Sordang Baru, Kepala Dusun I, Ormas Persatuan Batak Bersatu Kabupaten Simalungun, Ketua adan Pengurus DPC GMKI Kabupaten Asahan, Ketua dan Pengurus DPC GMNI Kabupaten Asahan, tokoh masyarakat dan disaksikan ratusan masyarakat setempat. Mudahan-mudahan kasus ini terungkap.

“Dan kabarnya, satu warga sipil Polsek Simpang Empat yang diduga sebagai pelaku ditahan di Mapolres Asahan. Sedangkan dua oknum polisi yang piket pada saat itu diduga ikut terlibat sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan Polres Asahan. Dan rencananya, dalam waktu dekat Polres Asahan akan menggelar konferensi pers.” Kata Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi SIK saat diwawancarai sejumlah wartawan usai dilakukan Ekshumasi.

Sementara itu, Kakak kandung Sincai Nuarika Siregar beserta keluarga secara tegas membantah jika Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar ini bukanlah seorang pecandu narkoba atau pemakai narkoba. Jadi, Almarhum adikku ini tidak mengkonsumsi narkoba seperti apa yang disampaikannya klarifikasi dari Kasi Humas Polres Asahan beberapa hari yang lalu. Adikku ini seorang atlit dan pintar memasak, beber Sincai dengan nada sedih.

“Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar ini bukanlah seorang pecandu narkoba atau pemakai narkoba. Jadi, Almarhum adikku ini tidak mengkonsumsi narkoba apapun seperti apa yang disampaikannya klarifikasi dari Kasi Humas Polres Asahan beberapa hari yang lalu. Adikku ini seorang atlit dan pintar memasak. Dan tahun ini dia punya cita-cita akan masuk TNI,” ujar Sincai dengan mata berkaca-kaca diamini warga setempat yang menyaksikan Ekshumasi itu.

Semoga oknum polisi dan siapa saja yang diduga ikut terlibat menganiaya adik saya segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya minta kasus ini dibentang secara terang-terangan dan jangan coba-coba ditutup-tutupi. Permintaan yang sama juga disampaikan abang kandung Almarhum Pandu. Dia meminta agar Kepolisian Resort Asahan bersikap adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Siapa saja yang terlibat harus diusut tuntas dan dihukum. Dalam kasus kematian adik saya ini jangan ada yang coba neko-neko maupun ditutup-tutupi, pintanya.

Terpisah, Pengacara keluarga korban, Romanus Marbun, SH, didampingi Chrisye Bagus Yesaya Sitorus, SH dan Johannes Purba, SH, saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2025, kami dari YLBH JANAPATI bersama dengan kawan-kawan GMKI Kabupaten Asahan dan Aktivis Pemuda Asahan telah mendampingi keluarga Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar untuk membuat laporan di Propam Polda Sumatera Utara terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polsek Simpang empat Polres Asahan terhadap Almarhum Pandu Brata Syahputra Siregar sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” ujar Romanus Marbun.

Kemarin kata dia, laporan kita sudah diterima oleh BID PROPAM Polda Sumatera Utara dan penyidik BID PROPAM Polda Sumut telah mengambil keterangan beberapa saksi yang kita ajukan terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Polisi Polsek Simpang Empat yang saat itu sedang piket. Kita berharap kepada pihak Kepolisian agar mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Kita akan menyurati Kompolnas, LPSK dan Komisi III DPR-RI.

“Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Asahan untuk turut serta mengawal kasus ini. Kakak kandung korban juga menyampaikan permohonannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar kasus ini mendapat perhatian serius dan segera diungkap dengan seadil-adilnya dan sebenar-benarnya,” ucap Advokad berdarah batak ini.

GMKI Kabupaten Asahan yang di komandoi Chrisye Bagus Yesaya Sitorus, SH, dan Ketua GMNI Kabupaten Asahan, Josua Tamba, akan terus berkomitmen mengkawal kasus ini sampai keluarga korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Dua pentolan GMKI dan GMNI Kabupaten Asahan ini mangajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mengawal dan mengawasi kasus ini sampai terungkap dan tuntas hingga keluarga korban mendapatkan keadilan yang hakikih, terangnya.

Ditempat terpisah, Praktisi Hukum Tumpak Nainggolan, SH, MH yang dicoba dimintai tanggapannya terkait persoalan kasus yang menimpa keluarga yatim piatu itu mengatakan bahwa perbuatan Humas dan Kanit dalam hal klarifikasi tersebut bukan hanya melanggar Perpol Nomor 7 Tahun 2022 akan tetapi juga melanggar PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota POLRI pada Pasal 4 huruf a, b dan d khususnya pada Pasal 6 huruf k (memanipulasi perkara dengan menyatakan korban telah mengkonsumsi narkoba), ujar Advokat ini.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *