Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Koptan HKTI Asahan Bentrok Dengan Satpam PT. BSP Kisaran : Lima Warga Luka-luka dan 2 Kaca Mobil Pecah

Koptan HKTI Asahan Bentrok Dengan Satpam PT. BSP Kisaran : Lima Warga Luka-luka dan 2 Kaca Mobil Pecah
Keterangan foto : Massa Kelompok HKTI Asahan saat menggelar aksi damai di Kantor PT. BSP Kisaran berujung bentrok dengan Satpam.
Share

Asahan,metropos24.id

Ratusan kelompok tani (Koptan) dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Asahan menggeruduk kantor PT. BSP Kisaran, Kamis (13/8/20206) sekira pukul 10:30 WIB.

Kedatangan mereka dengan aksi damai ke kantor perusahaan ini mempertanyakan apa alasan Perusahaan Terpadu Bakrie Sumatera Plantations (PT. BSP) Kisaran melakukan pengerusakan pada posko mereka.

Namun, sampai ke kantor kebun sawit milik swasta itu, massa koptan disambut dengan penghadangan dengan memblokade jalan kebun dengan kawat berduri dan puluhan satpam yang bersiap siaga memegang pentungan dan tameng serta membawa beberapa anjing untuk menghadang massa.

Melihat kedatangan massa yang melakukan aksi damai, namun disambut Satpam PT. BSP dengan anjing dan blokade kawat berduri. Massa langsung berupaya membuka kawat berduri dengan memotong kawat agar bisa masuk ke kantor BSP.

Akan tetapi, aksi pemotongan kawat berduri yang dilakukan massa itu,membuat kemarahan satpam PT. BSP yang sedari tadi berjaga-jaga. Sikap pelarangan itu membuat massa marah dengan memaki dan melontarkan kata umpatan.

Diduga kesal dan emosi lihat sikap warga koptan, pihak Satpam PT. BSP langsung melakukan tindakan anarkis dengan memukul warga dengan pentungan yang dipegang mereka. Melihat aksi itu, massa langsung marah dan menggeruduk Satpam PT. BSP Kisaran yang membawa pentungan dan tameng.

Mungkin kalah jumlah dengan masa pendemo yang berjumlah ratusan itu, satpam langsung mengerahkan anjing-anjing untuk menghalau warga agar mundur dari lokasi. Akibat adanya aksi pengerahan anjing itu, bukannya mundur, massa langsung emosi dengan menyiram satpam dengan air mineral cup.

Namun, pelemparan sisa air cup itu dibalas Satpam PT. BSP dengan melempar massa koptan dengan batu -batu. Akibat dari pelemparan batu yang dilakukan oleh puluhan Satpam PT. BSP, kaca mobil komando pembawa soundsystem dan kaca mobil pembawa massa koptan pecah dilempar batu.

Melihat dua kaca mobil pecah, warga koptan langsung membalas dengan kembali melemparkan batu-batu yang dilemparkan pihak satpam BSP. Hujan batu antara satpam dengan massa koptan tidak dapat dihindarkan lagi. Setengah jam berlangsung aksi saling lempar batu terjadi dilokasi. Untung saja aksi saling lempar batu bisa diredakan cepat oleh Sat Intelkam Polres Asahan.

Saat aksi lempar batu mereda, Hendra Syahputra (43), seorang warga yang akan melerai kawannya sedang adu mulut dengan satpam BSP, tiba-tiba dikeroyok oleh puluhan Satpam BSP. Akibat dari aksi pengeroyokan itu, pelipis mata kanan korban pecah dan tangan serta kepala luka-luka akibat kena pentungan. Dengan adanya insiden ini, Hendra langsung dibawa ke RSUD HAMS Kisaran untuk berobat dan melakukan visum agar melaporkan peristiwa ini ke Polres Asahan.

“Ini perbuatan biadab dan sangat keji. Kami aksi damai datang ke kantor PT. BSP Kisaran untuk menanyakan kenapa posko kami dihancurkan. Akan tetapi malah kami disambut dengan kawat berduri dan anjing pelacak serta puluhan satpam yang bawa pentungan. ujar Syafruddin Harahap kordinator aksi saat di wawancara sejumlah wartawan.

Perusahaan kebun yang sudah habis HGU nya ini sangat otoriter. Sudah layak pemerintah setempat tidak memperpanjang HGU perusahaan. Dari kericuhan itu, ada 5 (lima) orang anggota koptan kami mengalami luka-luka dan dua kaca mobil pecah karena dilempari Satpam PT. BSP Kisaran, jelas Syafruddin Harahap yang mengaku akan melaporkan peristiwa itu ke Polres Asahan.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Related articles

Pemborong Tidak Memasang Plank Proyek
TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat menanggulangi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Pasar Kemis. Langkah konkret yang diambil adalah penataan dan normalisasi Sungai Cirarab, yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Pemprov Banten, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisa Sangat disayangkan pada pengerjaan ini pimpinan proyek tidak membuat papan plank proyek Sebagai wujud transparansi publik agar masyarakat dan pengawas tahu sumber dana, besar anggaran, nomor kontrak, pelaksana, serta durasi pengerjaan proyek. Sesuai PP No 14 tahun 2008 harus terbuka untuk umum Dan PP No 68 tahun 1999 masyarakat sebagai fungsi kontrol pengawasan Pengawasan proyek sangat perlu untuk memastikan pengerjaan fisik penataan dan pembangunan turap berjalan lancar. Kegiatan pengerukan sedimen dan penertiban bangunan liar di sekitar bantaran sungai, seperti di wilayah Kutabumi dan Desa Gelam Jaya, dikebut untuk memperbesar daya tampung air. Lokasi Kegiatan: Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Banten. Waktu Pelaksanaan: Dimulai secara bertahap sejak awal Februari dan ditinjau masif pada April serta September 2026. Tujuan Utama: Memperlancar aliran air sungai, menambah kapasitas debit air, dan membebaskan kawasan Tangerang Raya dari ancaman banjir saat musim hujan tiba. Pemerintah turut mengimbau warga sekitar agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke badan sungai demi efektivitas pencegahan banjir jangka panjang. Pemborong Tidak Memasang Plank Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *