Tim Dosen Unimed Bantu Petani Jagung Sibolangit Melalui Program PKM Sibolangit 19 Oktober 2029

Metropos 24 Deli Serdang. + Tim dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) sukses mentransformasi sektor pertanian khususnya petani Jagung di Desa Sala Bulan, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Melalui implementasi mesin pemipil jagung portable bertenaga motor listrik 1 HP, tim pengabdi berhasil memangkas waktu kerja petani hingga 80% dan mendongkrak pendapatan bersih sebesar 33,3%.
Program modernisasi pascapanen ini dipimpin oleh Dr. Indra Koto, ST.MT, Prof. Eka Daryanto, MT, Prof. T. Teviana, M.Si. dan Dr. Bisrul Hapis Tambunan, ST.MT. dengan dukungan pendanaan dari LPPM Unimed. Intervensi teknologi ini menyasar kelompok tani setempat yang beranggotakan 25 petani aktif dengan total lahan garapan sekitar 12 hektare.
Rangkaian program ini dilaksanakan secara bertahap sejak Maret hingga November 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi atas jeratan metode pascapanen tradisional. Selama ini, petani menghabiskan waktu 6 hingga 8 jam hanya untuk memipil 100 kg jagung secara manual menggunakan tangan atau bilah bambu. Kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya harga jual jagung ber tongkol yang hanya dihargai Rp3.300 per kilogram oleh tengkulak.
Para dosen Unimed menerapkan metode Participatory Action Research (PAR) yang mengintegrasikan transfer teknologi dengan penguatan manajemen kelompok. Mesin bertenaga listrik 1 HP dirancang khusus menggunakan material plat baja tahan abrasi untuk memisahkan biji jagung secara otomatis. Tidak hanya memberikan alat, tim juga melatih petani terkait prosedur keselamatan kerja (K3) serta melembagakan sistem pembukuan kolektif, penjadwalan antrean, dan dana cadangan untuk suku cadang.
Hasilnya, mesin mampu memproses 100 kg jagung dalam waktu kurang dari 1 jam. Kualitas hasil pipilan juga meningkat drastis dengan tingkat kerusakan biji di bawah 5%. Dengan produk akhir berupa biji pipil kering, petani kini dapat menjualnya langsung ke pasar dengan harga Rp5.500 per kilogram. Pada rendemen 80%, pendapatan bersih petani melonjak signifikan dari Rp330.000 menjadi Rp440.000 per 100 kg input tongkol.
MP 24
Skip to content







