Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Warga Desa Lae Haporas Desak APH Audit Dana Ketahanan Pangan Tahun 2025 Senilai Rp170 Juta, Sejumlah Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Mencuat

Warga Desa Lae Haporas Desak APH Audit Dana Ketahanan Pangan Tahun 2025 Senilai Rp170 Juta, Sejumlah Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Mencuat
Warga Desa Lae Haporas Desak APH Audit Dana Ketahanan Pangan Tahun 2025 Senilai Rp170 Juta, Sejumlah Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Mencuat
Share

Dairi//Metropos24.id – Sejumlah warga Desa Lae Haporas, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Kabupaten Dairi, serta instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 yang nilainya mencapai sekitar Rp170 juta.

Desakan tersebut disampaikan pak Ringo kepada media 18/07/2026 menyusul munculnya dugaan ketidaksesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB), realisasi kegiatan di lapangan, hingga laporan pertanggungjawaban (SPJ) yang dipaparkan dalam Musyawarah Khusus (Musus) desa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga, dalam RAB kegiatan budidaya ikan lele tercantum anggaran sewa lahan sebesar Rp37 juta. Namun, warga menduga biaya yang benar-benar direalisasikan hanya sekitar Rp5 juta. Selisih nilai tersebut dinilai perlu diaudit guna memastikan kesesuaian penggunaan anggaran dengan dokumen perencanaan.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan anggaran sewa gudang. Menurut keterangan pengurus program Ketahanan Pangan, dana sebesar Rp8 juta disebut telah diserahkan kepada Kepala Desa.

Namun saat dikonfirmasi, Kepala Desa menyatakan tidak pernah menerima dana sewa gudang l tersebut. Di Kesempatan Yang Sama Juga Kepala Desa sangat berharap APH melakukan Audit supaya ada transparansi dalam pengelolaan dana Ketapang desa Lae haporas.Perbedaan keterangan ini menjadi salah satu poin yang diminta masyarakat untuk ditelusuri melalui audit resmi.

Dugaan lainnya berkaitan dengan pengadaan bibit ikan lele. Warga menyebut pembelian bibit dilakukan sebanyak dua kali, masing-masing sebanyak 12.000 ekor. Berdasarkan informasi yang diperoleh masyarakat, harga pembelian bibit di lapangan sekitar Rp800 per ekor, sedangkan dalam RAB tercantum sebesar Rp1.000 per ekor. Perbedaan harga tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar penyusunan anggaran dan realisasi belanja.

Masyarakat juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan, bukti pembayaran, nota pembelian, jumlah bibit yang benar-benar diterima, tingkat kematian bibit, hingga hasil panen, agar diketahui apakah pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan perencanaan dan penggunaan anggaran.

Tak hanya itu, warga turut mempertanyakan laporan hasil usaha budidaya lele yang disampaikan dalam SPJ. Dalam Musyawarah Khusus disebutkan kegiatan tersebut menghasilkan pendapatan sekitar Rp200 juta. Namun, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, hasil penjualan yang diketahui hanya sekitar satu ton ikan lele. Perbedaan antara nilai pendapatan yang dilaporkan dengan volume produksi yang diketahui masyarakat memunculkan pertanyaan mengenai dasar perhitungan dalam laporan pertanggungjawaban.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Lae Haporas menjelaskan bahwa Dana Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 telah dicairkan sebanyak dua tahap dengan total sekitar Rp170 juta. Menurutnya, dana tersebut tidak dikelola langsung oleh pemerintah desa, melainkan diserahkan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Ia menerangkan, TPK tersebut terdiri dari seorang ketua bermarga Sinaga, bendahara bermarga Pandiangan yang juga menjabat sebagai Bendahara Desa, serta sekretaris bermarga Pasaribu. Kepala Desa menyatakan pelaksanaan kegiatan berada di bawah tanggung jawab TPK sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Warga berharap APH, Inspektorat Kabupaten Dairi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) apabila diperlukan, dapat melakukan audit investigatif terhadap seluruh dokumen perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan program Ketahanan Pangan Tahun 2025. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian keuangan negara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.

Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa pada prinsipnya wajib dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien,

 

MP

Redaksi MetroPos 24

Related articles

Sambut Hari Pelanggan Nasional, Adira Expo Kisaran Tebar Promo dan Bawa Bunga Nol Persen Persen Hingga Hiburan
Sambut Hari Pelanggan Nasional, Adira Expo Kisaran Tebar Promo dan Bawa Bunga Nol Persen Persen Hingga Hiburan Asahan,metsopos24.id Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) kembali memanjakan masyarakat dengan gelaran Adira Expo. Rangkaian acara spesial yang akan digelar di Irian Supermarket dan Department Store Jalan Imam Bonjol Kisaran pada 11 hingga 13 September 2026, membawa beragam solusi pembiayaan, penawaran harga miring serta hiburan seru untuk seluruh keluarga. Momen ini menjadi bukti nyata upaya Adira Finance mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan setianya. Tidak hanya soal kemudahan akses pembiayaan, Adira Expo juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan penuh keuntungan bagi konsumen. Bunga Ringan, Hadiah Melimpah Selama tiga hari pelaksanaan di Kisaran, pengunjung akan disuguhi penawaran spesial yang menggiurkan. Mulai dari bunga istimewa mulai 0 persen untuk pembiayaan mobil bekas dan 1,99 persen per tahun untuk mobil baru. Bagi yang membutuhkan kendaraan roda dua, tersedia program potongan angsuran dan tenor khusus. Ada pula tawaran cashback Adira poin hingga Rp 1 juta lewat produk Solusi Dana dengan jaminan BPKB. Pengunjung yang bertransaksi berkesempatan pulang membawa hadiah langsung berupa barang elektronik, bonus perlindungan asuransi, serta kemudahan persetujuan proses di tempat. Suasana semakin meriah dengan hadirnya lomba Kompetisi Dangdut Mania yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Program Cicilan Lunas Sebagai Apresiasi bentuk terima kasih lainnya tertuang dalam program Harcilnas (Harinya Cicilan Lunas). Konsumen yang memiliki kontrak aktif cukup menukarkan 500 poin di aplikasi adiraku untuk mendapat tiket undian. Sebanyak 36 orang berhak melunasi sisa tagihannya secara cuma-cuma, sementara 360 pemenang lainnya dibebaskan dari satu kali pembayaran angsuran. “Pelanggan adalah alasan utama kami terus tumbuh dan berkembang. Lewat Adira Expo ini, kami ingin hadir lebih dekat, memberikan solusi yang mudah dijangkau, serta keuntungan yang terasa langsung bagi masyarakat Kisaran,” ujar Tuku Asman Panjaitan, Kepala Cabang SSD Kisaran Adira Finance. Kinerja Kuat dan Dukungan Ekosistem hingga semester pertama tahun 2026, Adira Finance mencatat pertumbuhan positif. Nilai pembiayaan baru naik 18 persen menjadi Rp 23,1 triliun, dengan piutang yang dikelola mencapai Rp 64,9 triliun. Perusahaan kini melayani sekitar 2,6 juta konsumen aktif di seluruh Indonesia dan didukung jaringan luas serta teknologi digital mutakhir. Sebagai bagian dari Grup MUFG, Adira Finance juga memperkuat kerja sama dengan mitra ekosistem seperti Bank Danamon, Zurich Asuransi, dan Home Credit Indonesia untuk memberikan layanan finansial yang makin lengkap dan terintegrasi. “Kami mengundang warga Kisaran datang merasakan sendiri kemudahan dan suasana serunya. Apa pun kebutuhan Anda, Adira siap menjadi mitra terpercaya, Adira in Aja,” tambah Tuku Asman Panjaitan didampingi Head of Regional Business Area Sumbagut, Taufik Hidayat saat Media Gathering Adira Expo Tebar Promo, Rabu (9/9/2026) di Kisaran, Kabupaten Asahan. Rangkaian Adira Expo akan terus berlanjut di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal dan lokasi dapat dipantau melalui situs web serta akun media sosial resmi Adira Finance.(ZN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *