Pemkab Dairi Lanjutkan Implementasi Metode Pembelajaran GASING

DAIRI//Metropos24.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pendidikan melanjutkan komitmennya dengan mengimplementasikan metode pembelajaran GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) di satuan pendidikan tahun 2026 ini.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan matematika secara lebih mudah dan sistematis.
Komitmen itu disampaikan Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga, M.M. dalam rapat melalui video conference (Vidcon) implementasi Metode GASING yang digelar Selasa, (18/8/2026).
Rapat ini dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan bersama Prof. Johannes Surya, selaku penggagas metode pembelajaran GASING.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Vickner Sinaga menyampaikan bahwa Dairi memiliki pengalaman dalam penerapan metode GASING dan telah menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaannya. Program ini telah dijalankan di Kabupaten Dairi sejak 2022 dan diperkuat melalui pelatihan bagi guru dan siswa pada 2023.
Menurut Vickner, pelatihan matematika menggunakan metode GASING pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ditujukan untuk meningkatkan kompetensi numerasi siswa, khususnya kemampuan berhitung. Namun, sasaran pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan berhitung dasar.
“Dairi menjadi contoh pelaksanaan Metode GASING karena sudah melaksanakannya sejak tahun 2022 sampai 2023,” ujar Bupati dalam rapat.
*259 Satuan Pendidikan Telah Mendapat Pelatihan*
Implementasi GASING di Dairi telah menjangkau ratusan satuan pendidikan. Pada 2023, sebanyak 259 satuan pendidikan telah mendapatkan pelatihan, yang terdiri atas 209 sekolah dasar dan 50 sekolah menengah pertama.
Pelatihan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru. Dengan demikian, keberlanjutan program diharapkan tidak bergantung pada kegiatan pelatihan sesaat, melainkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari di sekolah.
Hasil pelatihan pada 2023 juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa. Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat sejauh mana guru memahami sekaligus mampu menerapkan metode GASING dalam pembelajaran matematika.
Berdasarkan evaluasi yang disampaikan Pemkab Dairi, sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan kemampuan setelah mengikuti pembelajaran dengan metode GASING. Sebanyak 19 siswa mengalami rata-rata kenaikan nilai 2,83 kali lipat, sementara 7 siswa mengalami rata-rata kenaikan 9,71 kali lipat. Adapun 100 siswa lainnya mengalami rata-rata kenaikan nilai 1,41 kali lipat.
Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program sekaligus dasar bagi pemerintah daerah untuk terus memperluas penerapan metode GASING di satuan pendidikan.
*Pengimbasan Dilanjutkan Oktober 2026*
Pemkab Dairi selanjutnya akan melakukan pengimbasan implementasi pembelajaran GASING kepada sekolah yang belum memperoleh pelatihan. Rencananya, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Oktober 2026 dan menyasar 63 satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas cakupan penerapan metode GASING sehingga semakin banyak guru dan siswa di Kabupaten Dairi memperoleh kesempatan untuk mengikuti pola pembelajaran tersebut.
“Pelatihan Pandai Berhitung dengan metode GASING akan tetap dilaksanakan di satuan pendidikan Kabupaten Dairi,” kata Bupati.
Keberlanjutan program tersebut menjadi bagian dari agenda Pemkab Dairi dalam mewujudkan Dairi Tangguh, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan. Dengan memperluas akses pelatihan kepada guru dan siswa, pemerintah daerah berharap peningkatan kemampuan numerasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.
Perlu diketahui, Metode GASING juga diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemahaman konsep melalui tahap konkret, kemudian berkembang menuju tah
Skip to content







