Renungan Minggu : Berdoalah Dengan Iman Yang Benar Nats: Matius 6:9

Metropos 24.Medan. – Sebagai orang percaya doa adalah cara kita untuk menyampaikan apa yang kita pergumulkan dalam hidup kepada Tuhan, karenan hanya lewat doa lah kita dapat menyampaikannya kepada Tuhan. Saya mendapati Tuhan Yesus menekankan dalam ayat nats adalah dikarenakan sudah rusaknya cara orang percaya dalam halbberdoa pada jaman itu, bahkan pada jaman sekarang pun banyak orang sudah caranya dalam berdoa, sehingga tidak benar dalam cara berdoa yang sesungguhnya. Pertanyaannya, apakah kita sudah berdoa dengan cara yang benar, karena ada banyak orang percaya berdoa tetapi asal-asalan dalam berdoa, sehingga doa kita tidak dijawab sama sekali. Oleh sebab itu mari kita belajar bagaimana cara berdoa yang benar.
1. Bangun hubungan dengan Tuhan dan sesama. Matius 6:9
Dalam ayat ini yang berkata “Bapa kami yang ada disorga” adalah dimana Tuhan Yesus menunjukan bahwa membangun hubungan kepada Bapa adalah yang pertama sebelum menyampaikan doa-doa yang kita naikan. Karena kata “Bapa” disana artinya kita telah mengenal Tuhan atau telah membangun hubungan dengan Bapa kita, sebab kita adalah anak-anakNya. Ada banyak orang percaya jaman sekarang tidak menyadari bahwa hubungan kita dengan Tuhan sangat penting untuk kita bangun dalam hidup kita, karena itulah dasar hidup orang percaya, dan orang yang membangun hubungan dengan benar maka hubungan kita juga dengan sesama akan baik. Artinya, tanpa hubungan maka doa-doa kita akan sia-sia kita naikan kepada Tuhan, karena kita tidak mengenalNya, dan hanya mengetahuinya saja. Oleh sebab itu pastikan kita membangun hubungan dengan Bapa kita, karena kita adalah anak-anaknya.
2. Berdoa dengan hati yang bersih. Matius 6:5-6.
Tuhan Yesus juga mengajarkan dalam ayat ini yang berkata “janganlah berdoa seperti orang munafik” yang menunjukan bahwa doa haruslah disertai dengan hati yang bersih. Artinya berdoa didalam Tuhan harus memiliki motivasi yang benar, dan tidak memiliki motivasi yang salah. Kalau kita membangun doa kita dengan motivasi yang salah didalam Tuhan maka doa yang kita lakukan akan mengandung ketidak murnian, masih memiliki masalah dengan orang lain, sombong, sehingga kita berdoa malah saling mempamerkan kepada orang lain. Jadi pastikan hati kita sudah bersih dalam berdoa, sehingga motivasi kita benar didalam Tuhan, dan ketika itu terjadi maka doa-doa yang kita naikan akan diterima dan bahkan dijawab Tuhan.
3. Berdoa adalah kebutuhan dan bukan suatu rutinitas. Matius 6:7.
Tuhan Yesus mengajarkan kita dalam ayat ini bahwa berdoa bukanlah suatu kewajiban yang harus kita lakukan, tetapi suatu kebutuhan atau gaya hidup yang harus kita lakukan dalam berdoa. Artinya berdoa adalah bagian gaya hidup kita sehari-hari yang kita lakukan karena doa adalah kebutuhan kita untuk kita hidup didalam Tuhan. Artinya doa itu seperti makanan yang dimana kita butuh makanan untuk kita hidup. Artinya ketika roh kita merasa haus dan lapar maka kita akan langsung membangun mesbah doa. Artinya juga doa bukan rutinitas yang kita bangun sehingga kita bertele-tele(berulang-berulang atau monoton) dalam berdoa, karena doa adalah bagian iman kita untuk kita terus bertumbuh dalam iman, sehingga iman kita tidak berhenti atau mati. Oleh sebab itu pastikan kita berdoa menjadi kebutuhan kita, sehingga tidak ada paksaan kita dalam berdoa, karena hati kita sendiri rindu untuk berdoa.
Kesimpulan: Jadi orang percaya adalah orang yang memiliki dasar yang benar dalam hal berdoa, dengan membangun hubungan kepada Tuhan dan kepada sesama dengan baik dan benar. Pastikan juga dalam hal membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama dengan dasar hati yang bersih, artinya motivasi kita yang benar dan tidak ada motivasi yang salah. Jika ini sudah menjadi bagian hidup kita maka berdoa adalah menjadi gaya hidup kita yang kita butuhkan dan bukan menjadi rutinitas. Amin
Ev. Ariston Napitupulu M.Th
Skip to content

