Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Proyek Rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa Menuju Desa Gotting Sidodadi Berbiaya Rp.31.9 M Diduga Rawan Korupsi Terkesan Asal Jadi

Proyek Rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa Menuju Desa Gotting Sidodadi Berbiaya Rp.31.9 M Diduga Rawan Korupsi Terkesan Asal Jadi
Keterangan foto : Proyek rekontruksi jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan, Sumatera Utara (Sumut) tahun anggaran 2025 berbiaya Rp.31,9 miliar diduga rawan korupsi dan terkesan asal jadi.
Share

Asahan,metropos24.id

Proyek rekontruksi pembangunan jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) yang baru saja selesai dikerjakan pada bulan Januari-Februari 2026 kemarin kini menuai sorotan sejumlah media dan masyarakat.

Pasalnya, pekerjaan proyek puluhan milyar yang dialokasikan BNPB Pusat ke Dinas PUTR Asahan ini dikerjakan oleh PT. Mitra Cendana Kontruksi disinyalir terdapat kejanggalan. Kejanggalan itu ditenggarai pada saat proses lelang ditenderkan, anggaran, hingga mutu akhir pekerjaan proyek terkesan asal jadi.

Proyek rekontruksi jalan di Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge yang dianggarkan tahun 2025 lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat berbiaya Rp.31.962.336.879 ini disinyalir proyek akal-akalan semata.

Betapa tidak, meskipun usulan proyek penanggulangan bencana daerah Kabupaten Asahan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, kerawanan korupsi dalam pengadaan barang/jasa proyek pemerintah ini kerap terjadi yang mengakibatkan kualitas proyek tidak terpenuhi

Kualitas rendah proyek disebabkan terjadinya penyalahgunaan dana yang dikorupsi didareh sehingga penggunaan material diduga tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak kerja dan terjadi pemotong anggaran. Selain itu, proyek mangkrak APBN ini terhenti ditengah jalan sebelum selesai 100 persen dikerjakan yang akibatnya tidak dapat difungsikan.

Akibatnya, akses jalan yang baru dibangun ini tidak akan bertahan lama karena perencanaan yang buruk dan pengerjaan tidak maksimal, waktu pengerjaan terlalu mepet dan bahkan keterlambatan pengajuan dokumen/kontrak kerja secara administrasi membuat proyek beresiko tinggi hingga suap proyek inipun tak menjadi rahasia umum lagi.

Faktor penyebab kualitas infrastruktur yang buruk diakibatkan adanya dugaan fee proyek, kurangnya pengawasan dinas terkait sebagai pelaksana proyek, material yang digunakan kurang berkualitas, proyek dikerjakan tidak selesai tepat waktu serta keterlibatan pihak ketiga yang tidak profesional dalam pengerjaannya.

Patut dipertanyakan, sistem terapan desain konstruksi pada daerah rawan longsor di kawasan Kecamatan Bandar Pasir Mandoge khususnya proyek rekontruksi jalan di Desa Silau Jawa menuju Gotting Sidodadi dengan tekstur tanah berpasir dan tanah timbun yang gunakan harus memiliki nilai kohesi yang rendah terhadap endapan air, ujar Muhammad Kadri usai video proyek rekontruksi jalan ini diposting di media sosial (medsos) sempat viral dan dibanjiri komentar.

Bahkan, kata dia, sistem protect tanah curam dan rentan longsoran pada curah hujan tinggi selalu gagal manakala diterapkan bronjong dengan material batu padas. Kawasan hulu merupakan perkebunan kelapa sawit, sistem pembenahan drainase yang tidak maksimal dan drop struktur juga bisa berdampak percepatan kerusakan sisi luar drainase.

“Perlu diingat, geologi tanah di Kecamatan BP Mandoge dengan contour (atau garis kontur pada daerah perbukitan) dan memiliki tanah batu berpasir harus dilakukan kajian hidrologi konstruksi yang matang sehingga nilai uang rakyat ini tidak sia-sia digunakan untuk membangun sebuah konstruksi jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi,” tuturnya.

Poin-poin penting dalam kajian hidrologi konstruksi bertujuan untuk menghitung debit banjir rencana, menganalisis ketersediaan air dan merancang dimensi bangunan air (drainase, saluran dan kolam retensi). Analisis curah hujan, karekteristik daerah aliran sungai (DAS), infiltrasi serta pergerakan air permukaan dan tanah, ujarnya.

Penggunaan lahan dan data debit sungai dalam penerapannya digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan, bendungan, saluran irigasi dan sistem drainase. Manfaatnya ini bertujuan untuk mencegah kegagalan konstruksi akibat banjir, mengoptimalkan pengelolaan air dan menjaga keberlanjutan lingkungan disekitar, terangnya.

Menurutnya, Geologi teknik perlu dilakukan bertujuan untuk mempelajari sifat fisik dan kekuatan tanah untuk keperluan kontruksi dan menganalisis resiko tanah longsor. Kajian ini merupakan fondasi awal dalam perencanaan bangunan teknik sipil untuk memprediksi pengaruh air terhadap struktur dan sebaliknya, tutupnya.

Komentar lain menyebutkan, oh ini proyek BNPB. mantan Sekda dan mantan Kepala BPBD Kabupaten Asahan pasti taulah awal perencanaan dan spek proyek rekontruksi jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan ini, tulis komentar Handi Apran Sitorus mantan Anggota DPRD Asahan.

Menariknya, sejumlah warga setempat pada bulan Januari 2026 kemarin sempat protes terkait penimbunan proyek rekontruksi jalan penghubung desa yang dianggap merugikan masyarakat dan terkesan asal jadi. Mendengar protes dari masyarakat ini, perwakilan pihak dari rekanan pun secepatnya mengamankan warga yang hendak melakukan aksi massa ini.

Menanggapi soal proyek rekontruksi jalan di desa itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, yang dicoba dikonfirmasi dari seberang telepon enggan berkomentar. Agus hanya menjawab itu-itu aja pun. Lagi pula, proyek itukan sudah selesai, jawabnya, Senin (23/2/2026) di Kisaran.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Related articles

Sambut Hari Pelanggan Nasional, Adira Expo Kisaran Tebar Promo dan Bawa Bunga Nol Persen Persen Hingga Hiburan
Sambut Hari Pelanggan Nasional, Adira Expo Kisaran Tebar Promo dan Bawa Bunga Nol Persen Persen Hingga Hiburan Asahan,metsopos24.id Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) kembali memanjakan masyarakat dengan gelaran Adira Expo. Rangkaian acara spesial yang akan digelar di Irian Supermarket dan Department Store Jalan Imam Bonjol Kisaran pada 11 hingga 13 September 2026, membawa beragam solusi pembiayaan, penawaran harga miring serta hiburan seru untuk seluruh keluarga. Momen ini menjadi bukti nyata upaya Adira Finance mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan setianya. Tidak hanya soal kemudahan akses pembiayaan, Adira Expo juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan penuh keuntungan bagi konsumen. Bunga Ringan, Hadiah Melimpah Selama tiga hari pelaksanaan di Kisaran, pengunjung akan disuguhi penawaran spesial yang menggiurkan. Mulai dari bunga istimewa mulai 0 persen untuk pembiayaan mobil bekas dan 1,99 persen per tahun untuk mobil baru. Bagi yang membutuhkan kendaraan roda dua, tersedia program potongan angsuran dan tenor khusus. Ada pula tawaran cashback Adira poin hingga Rp 1 juta lewat produk Solusi Dana dengan jaminan BPKB. Pengunjung yang bertransaksi berkesempatan pulang membawa hadiah langsung berupa barang elektronik, bonus perlindungan asuransi, serta kemudahan persetujuan proses di tempat. Suasana semakin meriah dengan hadirnya lomba Kompetisi Dangdut Mania yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Program Cicilan Lunas Sebagai Apresiasi bentuk terima kasih lainnya tertuang dalam program Harcilnas (Harinya Cicilan Lunas). Konsumen yang memiliki kontrak aktif cukup menukarkan 500 poin di aplikasi adiraku untuk mendapat tiket undian. Sebanyak 36 orang berhak melunasi sisa tagihannya secara cuma-cuma, sementara 360 pemenang lainnya dibebaskan dari satu kali pembayaran angsuran. “Pelanggan adalah alasan utama kami terus tumbuh dan berkembang. Lewat Adira Expo ini, kami ingin hadir lebih dekat, memberikan solusi yang mudah dijangkau, serta keuntungan yang terasa langsung bagi masyarakat Kisaran,” ujar Tuku Asman Panjaitan, Kepala Cabang SSD Kisaran Adira Finance. Kinerja Kuat dan Dukungan Ekosistem hingga semester pertama tahun 2026, Adira Finance mencatat pertumbuhan positif. Nilai pembiayaan baru naik 18 persen menjadi Rp 23,1 triliun, dengan piutang yang dikelola mencapai Rp 64,9 triliun. Perusahaan kini melayani sekitar 2,6 juta konsumen aktif di seluruh Indonesia dan didukung jaringan luas serta teknologi digital mutakhir. Sebagai bagian dari Grup MUFG, Adira Finance juga memperkuat kerja sama dengan mitra ekosistem seperti Bank Danamon, Zurich Asuransi, dan Home Credit Indonesia untuk memberikan layanan finansial yang makin lengkap dan terintegrasi. “Kami mengundang warga Kisaran datang merasakan sendiri kemudahan dan suasana serunya. Apa pun kebutuhan Anda, Adira siap menjadi mitra terpercaya, Adira in Aja,” tambah Tuku Asman Panjaitan didampingi Head of Regional Business Area Sumbagut, Taufik Hidayat saat Media Gathering Adira Expo Tebar Promo, Rabu (9/9/2026) di Kisaran, Kabupaten Asahan. Rangkaian Adira Expo akan terus berlanjut di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal dan lokasi dapat dipantau melalui situs web serta akun media sosial resmi Adira Finance.(ZN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *