Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Senilai Rp.15 Miliar Diduga Tak Sesuai RAB, PPK BBWS Sumatera II Medan Akui “Pekerjaan Tidak Sempurna”

Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Senilai Rp.15 Miliar Diduga Tak Sesuai RAB, PPK BBWS Sumatera II Medan Akui “Pekerjaan Tidak Sempurna”
Keterangan foto : Proyek pengendalian banjir SDA BBWS Sumatera II tahun anggaran 2025 berbiaya Rp.15 miliar lebih dikerjakan asal jadi tepatnya di Pisang Binaya, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Asahan, Sumatera Utara (Sumut).
Share

Asahan,metropos24.id

Dugaan korupsi proyek APBN di Sumut mencuat, proyek pengendalian banjir Sungai Asahan Unit Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan senilai Rp.15 miliar lebih terkesan asal jadi mendapat respon dari PPK BBWS Sumatera II Medan.

Pasalnya, mega proyek puluhan miliar yang ditampung lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian PU Direktorat Jenderal BBWS Sumatera II diduga “disulap” tanpa menggunakan kerangka acuan kerja (KAK) dalam perjanjian kontrak yang telah disetujui. Tahun 2026, proyek lanjutan pengendalian banjir BBWS Sumatera II Medan ini berbiaya Rp.36 miliar sedang berjalan.

Proyek pengendalian banjir di dua lokasi yang terletak di Pisang Binaya, Sungai Asahan, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) ini dikerjakan oleh CV. Wira Sena Mandiri pada tahun 2025 dengan pagu sebesar Rp.15 miliar lebih disebut-sebut tim pendampingan Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

“Izin, kami tidak bisa mengatakan bahwasanya pekerjaan kami sempurna terkait masalah retak di lapangan. Kebetulan surat dari LSM/Wartawan sudah sampai ke Inspektorat Jendral Pekerjaan Umum (PU). Kemungkinan, pekerjaan itu akan segera diaudit. Terima kasih info dan masukannya,” ucap PPK BBWS Sumatera II Medan, Antoni Siahaan lewat selulernya, Kamis (23/7/2026) di Kisaran.

Sebagai perimbangan, kata dia, pekerjaan tersebut sudah dilaksanakan 100 persen dan tanggul yang dibangun sudah berfungsi dengan baik, dimana masyarakat yang berada disisi tanggul sudah tidak mengalami banjir. Mengenai mutu pekerjaan, sambung dia, sudah kita lakukan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi teknis dan diawasi oleh konsultan supervisi.

Mutu betonnya sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan dan sudah dilakukan uji materi di laboratorium. Didalam kontrak kita tidak ada menggunakan Base B mohon diralat.
Saat wartawan ini meminta foto copy Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan proyek pengendalian banjir di Sungai Asahan ini, Antoni tak menjawabnya.

Sementara, mutu beton masing-masing SPS (red-sistem panel serbaguna) konstruksi beton modular pracetak (precast) diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perjanjian kontrak kerja. Dimana, dalam surat perjanjian kontrak mutu beton menggunakan K350. Ini dibuktikan dengan ditemukannya mutu beton masing-masing SPS mengalami keretakan pada sisi kiri dan kanan. Kata Muhammad Hudian Ambril kemarin.

Menariknya, kata Dian, sambungan SPS dengan sambungan tiang SPS lainnya diduga tidak sesuai dengan surat perjanjian kontrak yang telah disepakati. Dimana, dalam surat perjanjian kontrak tersebut bahwa pengecoran sambungan tiang panel menggunakan K350. Sementara dilokasi, sambungan SPS diduga tidak menggunakan mutu beton K350.

Mirisnya, pengurukan dan pemadatan toping disinyalir tidak menggunakan Base B dengan ketebalan 20 cm sepanjang 500 meter dan volume SPS yang dipasang diduga tidak sesuai dengan surat perjanjian kontrak kerja serta pelaksana pekerjaan tidak menggunakan solar industri sebagaimana dengan ketentuan yang berlaku, sebutnya.

“Dengan dilakukannya pembayaran 100 persen proyek pengendali banjir Sungai Asahan oleh pihak SDA BBWS Sumatera Medan II ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengawasan Lapangan dan Pejabat Teknis Pembuat Komitmen (PPTK) diduga langgar Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkapnya.

Praktik dugaan korupsi anggaran yang telah merugikan keuangan APBN itu, kasus inipun kita laporkan ke Kejari Asahan pada tanggal 10 Juni 2026 kemarin dan meminta agar CV. Wira Sena Mandiri, Kepala SDA Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan selaku pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran (PA/KPA), PPK dan PPTK segera diperiksa, ucap Dian panggilan akrabnya.

Kita meminta agar kasus ini segera diusut pihak Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) selaku tim pendampingan proyek strategis nasional. Terkait dugaan korupsi proyek SDA BBWS Sumatera II ini, aktivis di Asahan sempat melakukan aksi di Kejagung dan meminta semua proyek SDA BBWS se-Sumut Medan segera di periksa secara menyeluruh.

Dia mencontohkan, kasus ini mirip dengan kasus oknum Kajari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei) yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dengan meminta sejumlah uang untuk pengamanan proyek yang salah satunya adalah proyek SDA BBWS Sumatera II yang ditangkap tim Intel Kejagung RI pada Jum’at (5/6/2026) kemarin, tutupnya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Chandra Syahputra, SH, MH, yang dicoba dikonfirmasi sebelumnya membenarkan adanya laporan Muhammad Hudian Ambril terkait dugaan korupsi proyek BBWS Sumatera II Medan yang kami diterima dari PTSP, ujarnya.

“Sudah kita terima laporannya dan sesuai PP Nomor 42 Tahun 2021 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional (PSN), saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Asintel Kajatisu. Kita tunggu perkembangan selanjutnya karena kasus ini kita serahkan ke Inspektorat Jenderal Kementerian,” tuturnya.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Related articles

Sambut Hari Pelanggan Nasional, Adira Expo Kisaran Tebar Promo dan Bawa Bunga Nol Persen Persen Hingga Hiburan
Sambut Hari Pelanggan Nasional, Adira Expo Kisaran Tebar Promo dan Bawa Bunga Nol Persen Persen Hingga Hiburan Asahan,metsopos24.id Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) kembali memanjakan masyarakat dengan gelaran Adira Expo. Rangkaian acara spesial yang akan digelar di Irian Supermarket dan Department Store Jalan Imam Bonjol Kisaran pada 11 hingga 13 September 2026, membawa beragam solusi pembiayaan, penawaran harga miring serta hiburan seru untuk seluruh keluarga. Momen ini menjadi bukti nyata upaya Adira Finance mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan setianya. Tidak hanya soal kemudahan akses pembiayaan, Adira Expo juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan penuh keuntungan bagi konsumen. Bunga Ringan, Hadiah Melimpah Selama tiga hari pelaksanaan di Kisaran, pengunjung akan disuguhi penawaran spesial yang menggiurkan. Mulai dari bunga istimewa mulai 0 persen untuk pembiayaan mobil bekas dan 1,99 persen per tahun untuk mobil baru. Bagi yang membutuhkan kendaraan roda dua, tersedia program potongan angsuran dan tenor khusus. Ada pula tawaran cashback Adira poin hingga Rp 1 juta lewat produk Solusi Dana dengan jaminan BPKB. Pengunjung yang bertransaksi berkesempatan pulang membawa hadiah langsung berupa barang elektronik, bonus perlindungan asuransi, serta kemudahan persetujuan proses di tempat. Suasana semakin meriah dengan hadirnya lomba Kompetisi Dangdut Mania yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Program Cicilan Lunas Sebagai Apresiasi bentuk terima kasih lainnya tertuang dalam program Harcilnas (Harinya Cicilan Lunas). Konsumen yang memiliki kontrak aktif cukup menukarkan 500 poin di aplikasi adiraku untuk mendapat tiket undian. Sebanyak 36 orang berhak melunasi sisa tagihannya secara cuma-cuma, sementara 360 pemenang lainnya dibebaskan dari satu kali pembayaran angsuran. “Pelanggan adalah alasan utama kami terus tumbuh dan berkembang. Lewat Adira Expo ini, kami ingin hadir lebih dekat, memberikan solusi yang mudah dijangkau, serta keuntungan yang terasa langsung bagi masyarakat Kisaran,” ujar Tuku Asman Panjaitan, Kepala Cabang SSD Kisaran Adira Finance. Kinerja Kuat dan Dukungan Ekosistem hingga semester pertama tahun 2026, Adira Finance mencatat pertumbuhan positif. Nilai pembiayaan baru naik 18 persen menjadi Rp 23,1 triliun, dengan piutang yang dikelola mencapai Rp 64,9 triliun. Perusahaan kini melayani sekitar 2,6 juta konsumen aktif di seluruh Indonesia dan didukung jaringan luas serta teknologi digital mutakhir. Sebagai bagian dari Grup MUFG, Adira Finance juga memperkuat kerja sama dengan mitra ekosistem seperti Bank Danamon, Zurich Asuransi, dan Home Credit Indonesia untuk memberikan layanan finansial yang makin lengkap dan terintegrasi. “Kami mengundang warga Kisaran datang merasakan sendiri kemudahan dan suasana serunya. Apa pun kebutuhan Anda, Adira siap menjadi mitra terpercaya, Adira in Aja,” tambah Tuku Asman Panjaitan didampingi Head of Regional Business Area Sumbagut, Taufik Hidayat saat Media Gathering Adira Expo Tebar Promo, Rabu (9/9/2026) di Kisaran, Kabupaten Asahan. Rangkaian Adira Expo akan terus berlanjut di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal dan lokasi dapat dipantau melalui situs web serta akun media sosial resmi Adira Finance.(ZN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *