Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Calon Pendamping Desa di Asahan Dibandrol Rp.5 Hingga 15 Juta : Oknum Pengurus Parpol dan Anak Mainnya Diduga Terlibat

Calon Pendamping Desa di Asahan Dibandrol Rp.5 Hingga 15 Juta : Oknum Pengurus Parpol dan Anak Mainnya Diduga Terlibat
Keterangan foto : Ilustrasi
Share

Asahan,metropos24.id

Dugaan pungutan liar (pungli) mulai tercium, perekrutan calon pendamping desa di wilayah Kabupaten Asahan dibandrol Rp.5 hingga 15 juta per orang. Kabarnya, aliran uang haram ini mengalir ke oknum pengurus partai politik (Parpol) di daerah hingga provinsi. Bulan Agustus tahun 2026 ini ada perekrutan pendamping desa di Asahan sebanyak 250 orang

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber mengatakan, pada tahun 2024 ada sejumlah peserta yang mengikuti proses rekrutmen calon pendamping desa di Kabupaten Asahan harus menyetorkan uang kepada GUN selaku perpanjangan tangan dari AMR.

Sumber menyebut, tugas dan fungsi GUN diduga mencari calon kandidat untuk menjadi pendamping desa. Selanjutnya, GUN diduga meminta bantuan AMR yang diketahui memiliki jaringan di tingkat pusat (red-Kementerian Desa). AMR merupakan oknum yang berasal dari salah satu partai politik berwarna biru.

“GUN disebut-sebut menjual nama AMR sebagai orang yang mampu membantu meloloskan seleksi calon pendamping desa. Selain itu, GUN juga mengatakan kepada calon pendamping desa kalau AMR adalah orang politik yang memiliki jaringan di pusat,” cetus sumber.

Setelah mendapat informasi yang mengarah adanya dugaan jual beli jabatan dalam proses meloloskan calon pendamping desa disertai bukti transfer rekening dari bank BRI senilai Rp. 20 juta ke tujuan rekening milik AMR dari GUN. Atas dugaan pungli itu, masyarakat meminta agar Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal, Yandri Susanto melakukan evaluasi terhadap pendamping desa di Asahan.

“Kalau cara main nya dengan uang, mungkin bisa terjadi juga di tahun 2025 dan tahun 2026 ini. Kalau bisa laporkan saja ke Menteri bila perlu kepada ketua partainya agar segera di usut. Infonya, Agustus tahun 2026 ini ada perekrutan pendamping desa di Asahan sebanyak 250 orang,” ucap warga saat di mintai tanggapannya terkait berita yang beredar.

Menanggapi dugaan keterlibatan oknum salah satu pengurus parpol dan anak mainnya setali tiga uang itu, AMR dan GUN yang di coba dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Selasa (2/9/2026) sekira pukul 15:53 WIB hingga ini ditulis tak berkomentar.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *