Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Banjir Akibatkan Pecahnya Tanggul Sungai Dua Ashaan Jadi Penghambat Peningkatan Jalan Menuju TPA Kecamatan Datuk Bandar Tanjung Balai

Banjir Akibatkan Pecahnya Tanggul Sungai Dua Ashaan Jadi Penghambat Peningkatan Jalan Menuju TPA Kecamatan Datuk Bandar Tanjung Balai
Banjir Akibatkan Pecahnya Tanggul Sungai Dua Ashaan Jadi Penghambat Peningkatan Jalan Menuju TPA Kecamatan Datuk Bandar Tanjung Balai
Share

Tanjung Balai,metropos24.id  Intensitas hujan cukup tinggi, banjir mengakibatkan pecahnya tanggul Sungai Dua Kabupaten Asahan menjadi salah satu penyebab terhambatnya pembangunan peningkatan Jalan HM. Nur ujung menuju TPA Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tanjung Balai yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Tanjung Balai tahun anggaran 2024 berbiaya Rp.1,1 miliar lebih ini terancam tak bisa dikerjakan oleh pihak rekanan.

Pasalnya, sepanjang jalan lokasi proyek peningkatan Jalan HM. Nur ujung menuju TPA Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai yang dikerjakan oleh pelaksana CV. Parultop Lehu ini digenangi luapan air Sungai Dua Asahan. Akibatnya, proyek peningkatan jalan tersebut jadi terhambat dikerjakan.

“Salah satu penyebab proyek ini terhambat dikerjakan adalah karena faktor alam. Oleh karena itu kita minta Dinas PUTR Kota Tanjung Balai bisa memahaminya,” kata Berlin Girsang, Senin (16/12/2024) saat diwawancarai wartawan ini dilokasi proyek.

Dikatakan Berlin, volume fisik proyek peningkatan jalan ini menggunakan Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi (SMKK), pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir dan beton semen dan bahkan perkerasan menggunakan aspal, terangnya.

Pada umumnya kata dia, sebelum dikerjakan, proyek ini terlebih dahulu diadakan PCM. Setelah itu, keluarlah kesepakatan bahwa pelaksanaan dilaksanakan setelah keluar JMD dari laboratoriun mekanika tanah dan laboratorium Jalan Raya Universitas Sumatera Utara dengan mengambil quarry material dari masing-masing pekerjaan, ucapnya.

“Setelah keluarnya JMD sambung Berlin, saat hendak dilakukan pengerjaan didapati bahwa lokasi kerja proyek dalam keadaan banjir. Dan banjir ini diakibatkan karena pecahnya tanggul Sungai Dua Kabupaten Asahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Regen Silaban didampingi Fauzan Ismail yang merupakan warga setempat saat dimintai tanggapannya soal genangan air itu berasal dari mana dan apa penyebabnya sontak menjawab berasal dari Sungai Dua Asahan yang meluap ke jalan akibat hujan di hulu hingga jebol tanggul Sungai Dua Asahan, beber warga ini.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *