Penemuan Mayat Mr X Mengambang di Aliran Sungai Silau Menemukan Titik Terang, Polres Asahan Gelar Pra Rekontruksi Diduga Kasus Pembunuhan

Asahan,metropos24.id Penemuan mayat Mr X mengambang di aliran Sungai Silau Asahan tepatnya di Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman menemukan titik terang, Satreskrim Polres Asahan gelar pra rekontruksi diduga kasus pembunuhan, Rabu sore, (22/1/2025) hingga selesai.
Pra rekontruksi penemuan mayat Mr X itu dilaksanakan di rumah ZS yang tak jauh dari sungai tepatnya di Gang Samando, Jalan Marah Rusli, Lingkungan VII, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).
Dalam rekontruksi dirumah ZS tersebut, diduga kedua pelaku ini melakukan adegan dengan perannya masing-masing. Kedua pelaku berinisial AN dan MM. Pantauan wartawan, sejumlah masyarakat dan personel Polres Asahan menyaksikan pra rekontruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut. Pra rekontruksi dihadiri Kasat Reskrim Polres Asahan dan Kanit Jatanras.
Informasi itu diperoleh saat wartawan ini bincang- bincang dengan warga setempat saat gelar rekonstruksi mengatakan, berawal terjadi pertengkaran antara korban dengan pelaku di lapo tuak Parlan. Nah, disitulah terjadi perkelahian.Tidak tertutup kemungkinan pelaku lebih dari dua orang, ucap warga.
Pertengkaran itu terjadi karena korban menyebut kalau dilapo tuak itu ada jual narkoba. Ada juga perkataan tidak senonoh yang diucapkan korban dilapo tuak sehingga menyinggung para peminum lainnya. Tak hanya itu, korban juga sempat berbicara dengan seorang wanita yang tinggal dilapo tuak.
Mungkin karena ada rasa kecemburuan antar sesama peminum dilapo tuak ini, akhirnya terjadi perdebatan. Karena terjadi perselisihan akhirnya teman korban berinisial BB ini membawa korban dari lokasi. Tak beberapa lama, korban Eko datang sendirian ke lokasi tersebut.
Nah, dilapo tuak Parlan ini terjadilah perkelahian antara korban Eko dengan peminum disitu. Merasa dikeroyok, korban Eko lari mengarah ke halaman rumah ZS. Disini, dua orang penjaga rumah ZS melihat korban Eko dalam keadaan berlumpur. Melihat gelagat korban Eko ini tak karuan, kecurigaan kedua penjaga rumah ZS inipun semakin yakin kalau korban diduga pencuri. Diketahui, inisial kedua penjaga rumah ZS ini adalah AN dan MM.
Kemudian, mereka (red-penjaga rumah ZS) menangkapnya dan membawa ke rumah ZS. Sekira pukul 1 Minggu pagi (19/1/2025), salah satu penjaga rumah ZS menelpon Kepling VII dan mengaku bahwa dirumah ZS ada maling dan sudah dipukuli. Kata Pak ZS panggil pak Kepling. Untungnya, Kepling tidak datang ke rumah ZS tersebut, ucap warga mendengar informasi tersebut.
Terkait persoalan itu, Kepala Lingkungan (Kepling) VII, Kelurahan Selawan, Gunawan saat dikonfirmasi membenarkan pra rekontruksi tersebut. Ya memang benar saya dipanggil untuk menyaksikan pra rekontruksi dugaan pembunuhan dirumah ZS, ucap Kepling.
Ditanya apakah benar penjaga rumah ZS ini pada saat kejadian itu ada menghubungi Kepling dan menyuruh agar datang kerumah ZS terkait adanya dugaan pencurian yang sedang dipukuli, Kepling ini pun mengakuinya kalau dia (red-penjaga rumah ZS) ada nelpon dan disuruh datang. Hanya saja saya tidak datang, kata Kepling.
Informasinya, sebelum terjadi dugaan pembunuhan, korban ini datang ke lapo tuak Parlan bersama temannya berinisial BB yang diketahui warga Lingkungan I, Kelurahan Siumbut-Umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Asahan.
“Semalam, suami istri pemilik lapo tuak dan 3 (tiga) orang lainnya dibawa ke Mapolres Asahan untuk diminta keterangan. Herannya, kenapa pra rekontruksi ini dilakukan dirumah ZS. Apakah ada keterlibatan ZS,” tanya warga saat dilokasi.
Sementara, informasi dari tetangga korban menyebutkan, saat itu korban sedang berada dikediamannya. Gak lama, BB yang tak jauh dari rumah korban mengajaknya keluar dengan mengendarai sepeda motor. BB dan korban berangkat pada Sabtu malam (18/1/2025) kemarin.
“Kami tidak mengetahui mereka berdua pergi entah kemana. Setelah itu, kami pun heran kok si BB pulang kerumahnya kenapa korban gak pulang. Awalnya kami tak menaruh curiga jika terjadi sesuatu,” kata warga setempat.
Jelang beberapa hari kemudian sambung warga ini lagi, kami mendapat informasi adanya penemuan mayat Mr X di aliran Sungai Silau Asahan tepatnya di Kecamatan Air Joman pada hari Senin (20/01/2025).
“Mendapat informasi yang viral di media sosial (medsos) tentang penemuan mayat tersebut, baru kami curiga bahwa mayat yang mengambang tersebut adalah temannya BB sendiri. Kami pun heran kenapa BB ini tidak menceritakan sebelumnya adanya perkelahian,” ucap tetangga korban.
Terkait penemuan mayat Mr X yang diduga adanya kejanggalan atas kematian korban, Polres Asahan masih mendalami kasus ini dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit (RS) Medan untuk di autopsi.
Setelah dilakukan autopsi, jasad korban dibawa dikediamannya di Lingkungan I, Kelurahan Siumbut-Umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur. Pada hari Selasa, (21/1/2025) kemarin, jadah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Akhir (TPA) di Kelurahan Siumbut-Umbut.
Menanggapi dugaan pembunuhan dan dilakukannya pra rekontruksi tersebut, Kanit Jatanras Polres Asahan, Ipda Supangat ketika dikonfirmasi lewat selulernya, Kamis (23/1/2025) membenarkan dilakukannya pra rekontruksi.
“Ya kita gelar pra rekontruksi. Dia mengatakan, yang diamankan statusnya masih saksi dan masih dalam pemeriksaan. Sampai sekarang yang tangani masih Polsek Air Joman dan coba kordinasi ke Polsek Air Joman,” saran Kanit Jatanras.
Sebelumnya, jasad Mr X ini mengambang dan tersangkut ditengah aliran Sungai Silau hingga menggegerkan warga lingkungan XIII, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan pada Senin (20/01/2025) kemarin.
Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mancing dan menemukan korban tersangkut ditengah aliran sungai silau. Namun, setelah dilihat, masyarakat tidak mengetahui dan mengenali korban. Bahkan masyarakat tidak mengetahui siapa jasad korban tersebut.
Mendapat informasi penemuan mayat tersebut, Sekretaris BPBD Kabupaten Asahan, Muli Adong bersama timnya segera datang ke lokasi dan mengevakuasi korban. Adapun ciri-ciri korban memiliki berbadan cukup tinggi, mengenakan pakaian merah dan celana ponggol jeans, ujarnya.
“Satu orang jasad pria sudah kami lakukan evakuasi. Dimana yang pertama menemukan adalah warga dan melaporkan ke kami (red-BPBD Asahan) untuk dimintai pertolongan,” ucap mantan Sekcam Bandar Pasir Mandoge ini.
Menurut informasi, terdapat beberapa luka dibagian tubuh korban, tetapi menurut Sekretaris BPBD belum mengetahui secara pasti luka dibagian tubuh korban tersebut.
Kami hanya membantu mengevakuasi korban dan Kami serahkan ke Puskesmas Air Joman”, ungkapnya.
Dengan penemuan Mr X membuat masyarakat geger dan berkerumun hanya untuk mengetahui siapa korban sebenarnya karena sekujur tubuhnya sudah dalam kondisi membengkak.(ZN)
Skip to content






