Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Upaya Percepatan Mewujudkan 3 Juta Rumah, Deputi Komisioner BP Tapera Pusat dan Bank Sumut Gelar Sosialisasi

Upaya Percepatan Mewujudkan 3 Juta Rumah, Deputi Komisioner BP Tapera Pusat dan Bank Sumut Gelar Sosialisasi
Keterangan foto : Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Pusat, Wilson Lie Simatupang saat fofo bersama Sekda Kabupaten Asahan, Zainal Arifin Sinaga, MH, dan Kepala Bank Sumut Cabang Kisaran, Muhammad Sadli, usai acara sosialisasi dilaksanakan.
Share

Asahan,metropos24.id

Rumah adalah dimana tempat mimpi dimulai harapan tumbuh. Setiap orang berhak memiliki rumah layak sebagai pondasi untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk dapat memenuhi salah satu kebutuhan pokok ini, Pemerintahan Presiden Prabowo mencanangkan progam 3 juta rumah. Diharapkan, dengan adanya program ini, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian yang layak.

Untuk merealisasikannya, melalui Bank Sumut Cabang Kisaran bersama Pemkab Asahan melakukan sosialisasi dalam rangka upaya percepatan mewujudkan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk Sumatera Utara sendiri ada 20 ribu rumah subsidi yang menjadi kuota di Wilayah Sumatera Utara.

Bank Sumut ini menjadi salah satu Perbankan yang dipercayakan untuk menyediakan pembiayaan atas progam perumahan rakyat bersubsidi ini. Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Wilson Lie Simatupang menyampaikan bahwa kami sini ditugaskan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mensukseskan program 3 juta rumah.

“Nah, kemudian yang kita bahas disini adalah khusus Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Jadi, subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kredit subsidi ini berasal dari APBN. Jadi tiap tahun Menteri Keuangan menyalurkan APBN untuk pembiayaan pembelian rumah subsidi melalui KPR LKPP,” ujar Willson, usai menggelar sosialisasi di Aula Kantor Bupati Asahan, Rabu (19/11/2025) di Kisaran.

Dia menjelaskan, progam ini sebenarnya diinisiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia. Bahwa pada tahun 2025, targetnya adalah mencapai 350 ribu unit rumah subsidi se-Indonesia. Sampai hari ini itu sudah tercapai 271.500 unit. Khusus di Sumatera Utara sudah tercapai 9.181 rumah, terangnya.

Sementara itu kata dia, target untuk Provinsi Sumatera Utara adalah 20 ribu. Dari seluruh 350 ribu ditargetkan Sumut mencapai 20 ribu. Sampai hari ini baru tercapai 9.181. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kita mengadakan upaya percepatan pencapaian target. Alhamdulillah, hari ini kita telah mengadakan sosialisasi pembiayaan FLPP untuk pembelian rumah subsidi.

“Pelaksanaan sosialisasi ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs Zainal Arifin Sinaga, MH, para PNS dan P3K serta sejumlah pengembang. Kami berterima kasih kepada Bank Sumut, karena Bank Sumut punya andil besar untuk berupaya melakukan percepatan pencapaian target FLPP khususnya di Wilayah Kabupaten Asahan, tutur Wilson.

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kredit subsidi ini ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Jadi, ada batas maksimal gajinya, jika dia belum berkeluarga paling banyak gajinya Rp.8,5 juta. Dan kalau dia sudah berkeluarga suami istri maksimum gajinya Rp.10 juta, sebutnya.

Di Asahan ini, masih banyak teman-teman PNS dan P3K yang belum punya rumah dan itu perlu dibantu dengan kredit subsidi. Kemudian juga kita tadi mengundang perusahaan-perusahaan swasta supaya pegawai nya mereka juga diberikan kredit FLPP subsidi. Nah, kami juga menghimbau kepada pihak swasta maupun wira swasta ini bisa mendapat kredit subsidi, harapnya.

“Jadi, disini DP nya hanya 1 persen dan kita punya aplikasi bisa diakses. Untuk angsurannya sekitaran Rp.1 jutaan perbulan dan bunganya cuma 5 persen. Kemudian bisa sampai 20 tahunan. Nah, inilah yang tadi kita promosikan dan sosialisasikan,” ujar Wilson.

Lewat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, yang menyatakan program 3 juta rumah yang dilaksanakan Kementerian PKP sudah sejalan dengan program paket ekonomi 2025 dan penyerapan tenaga kerja, katanya.

Untuk memastikan progam perumahan ini berjalan sukses, Pemerintahan Presiden Prabowo juga membantu keringanan antara lain membebaskan biaya administrasi, gratis Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), gratis pembuatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) nya juga gratis, tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bank Sumut Cabang Kisaran, Mohammad Sadli  secara tegas mendukung sepenuhnya program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kami yakin, program 3 juta rumah yang dilaksanakan Kementerian PKP sudah sejalan dengan program paket ekonomi 2025 dan penyerapan tenaga kerja.

‘Kami juga mengajak seluruh ekosistem perumahan untuk melaksanakan program 3 juta rumah yang merupakan pro rakyat Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kacab Bank Sumut yang baru menjabat ini.

Menurutnya, selain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, program 3 juta rumah juga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus membuka jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta mendorong jalannya industri disektor perumahan. Adanya pembangunan rumah subsidi ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat asahan.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *