Selamat Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

Rekaman Suara Lewat Telpon Diduga Pesan Sabu 100 Kg dan 13 Ribu Butir Pil Ekstasi, Mahasiswa Demo Minta Kasat Narkoba Dicopot dan Ditangkap

Rekaman Suara Lewat Telpon Diduga Pesan Sabu 100 Kg dan 13 Ribu Butir Pil Ekstasi, Mahasiswa Demo Minta Kasat Narkoba Dicopot dan Ditangkap
Share

Asahan,metropos24.id  Berdasarkan hasil temuan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Asahan dan diperkuat dengan bukti rekaman suara/percakapan (Audio Record) yang diduga Kasat Narkoba dengan bandar narkoba bahwa adanya dugaan pemesanan barang haram jenis sabu yang memiliki kadar rendah dari Malaysia. Kata Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Asahan, Syaiful Amri, Senin (17/2/2025) saat berorasi didepan Mapolres Asahan.

Dikatakannya, sesuai rekaman suara lewat telponan yang kami peroleh dan kami simpan kedalam sebuah file bahwa barang haram jenis sabu diduga dipesan langsung oleh Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto, SH, MH, kepada salah satu bandar narkoba jaringan internasional yang berada di Malaysia. Pesanan tersebut diduga akan dijadikan sebagai ganti barang bukti (BB) 117 Kg sabu yang di tangkap di Kota Tanjungbalai beberapa bulan yang lalu, ucapnya.

Dalam rekaman yang kami pegang saat ini sambung Syaiful, dijelaskan bahwa suara yang diduga berasal dari Kasat Narkoba Polres Asahan memesan sebanyak 100 Kg narkoba jenis sabu dengan kadar rendah dan sekitar 13 ribu butir pil ekstasi palsu yang nantinya akan dijemput langsung oleh anggota dari Kasat Narkoba ditengah laut dengan menggunakan ransel, terangnya.

“Keterangan yang kami ambil dari bukti rekaman tersebut bahwa barang yang diduga dipesan Kasat Narkoba dibayar dengan harga berkisar Rp.5 miliar dan pembayarannya dilakukan dengan cara diangsur-angsur. Copot dan tangkap Kasat Narkoba Polres Asahan,” cetus Syaiful.

Karena itu, kami dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Asahan hadir ditengah-tengah kalangan masyarakat hanya untuk menyatakan sikap meminta Kapolres Asahan segera mengevaluasi kinerja Kasat Narkoba terkait persoalan yang kami paparkan tersebut. Periksa..periksa..periksa Kasat Narkoba, AKP Mulyoto, ujar Rudi dan Azhari secara bergantian.

Aktivis ini juga meminta Kasat Narkoba untuk mengklarifikasi terkait rekaman teleponan yang diduga suara tersebut adalah suara Kasat Narkoba dengan salah satu bandar narkoba yang disinyalir jaringan internasional di Malaysia. Namun, Kasat Narkoba tidak berada ditempat.

“Adapun kesimpulan percakapan lewat telepon tersebut membicarakan terkait adanya dugaan penukaran barang bukti narkoba jenis sabu yang memiliki kadar narkoba terendah seberat 100 Kg dan sekitar 13 ribu butir pil ekstasi palsu,” ungkap Rudi.

Kami meminta agar Hinca Panjaitan selaku Anggota DPRRI Komisi III untuk membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan penukaran barang bukti narkoba jenis sabu dengan kadar narkoba terendah diduga seberat 100 Kg dan sekitar 13 ribu butir pil ekstasi palsu, ucap mereka.

Kami juga siap menghadiri dan memberikan rekeman percakapan melalui telepon ini jika Hinca Panjaitan selaku Komisi III DPR-RI bersedia melakukan RDP dan mendesak Propam Polres Asahan segera memeriksa Kasat Narkoba, AKP Mulyoto terkait dugaan penukaran barang bukti narkoba jenis sabu dengan kadar narkoba sangat rendah seberat 100 Kg dan 13 ribu butir pil ekstasi palsu, ungkapnya.

Setelah berorasi didepan Polres Asahan, massa diterima Kasat Binmas Polres Asahan. Disini, Kasat Binmas akan menyampaikan kepada pimpinannya. Mendengar keterangan itu, akhirnya Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Asahan ini membubarkan diri.

Menanggapi tudingan itu, Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto saat dikonfirmasi lewat selulernya sekira pukul 12:11 Wib, menyarakan agar konfirmasi ke Kapolres Asahan. Karena Kapolres yang menggunakan kita. Ya kan dia pimpinan kita, katanya.

Disinggung soal percakapannya melalui telepon yang terekam itu apakah benar atau tidak, lantas Kasat Narkoba inipun secara tegas membantahnya. Kalau saya pribadi apa yang dituduhkan semua tidak benar, ucap AKP Mulyoto.(ZN)

Redaksi MetroPos 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *